COP28 Dubai: Sadar Pentingnya Anak Muda Dalam Inisiatif Kelistrikan, DesaBumi Gandeng SRE

COP28 Dubai: Sadar Pentingnya Anak Muda Dalam Inisiatif Kelistrikan, DesaBumi Gandeng SRE

Sustainable and Livable Planet

Firsty Hestyarini

22 April 2024

Founder DesaBumi, Gamma Thohir menegaskan pentingnya keterlibatan anak muda dalam mendukung fasilitas kelistrikan di desa-desa terpencil. Itu sebabnya, DesaBumi intens menjalin kerja sama dengan Society of Renewable Energy (SRE), organisasi anak muda yang memfokuskan perhatian pada sektor energi terbarukan. SRE yang didirikan Zagy Yakana Berian di kampus ITB pada tahun 2019, dikenal aktif mengakselerasi transisi energi di Indonesia melalui pemberdayaan anak muda secara inklusif dan kolaborasi multinasional. Di acara COP28 yang digelar di Expo City, Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), dua organisasi anak muda resmi menandatangani kesepakatan kerja sama di bidang energi terbarukan, demi menuju Indonesia yang lebih baik, Jumat (1/12/2023). Tak sekadar mencapai target nol emisi karbon, tetapi juga aktif memberdayakan masyarakat. “Bersama rekan saya Zagy, yang juga hadir dalam acara ini, kami berkolaborasi mempercepat dan memperluas akses kelistrikan di desa terpencil, melalui energi terbarukan. Kami menargetkan 10 desa terpencil di Indonesia, yang betul-betul belum teraliri listrik,” papar Gamma dalam acara talk show COP28 di Paviliun Indonesia di Expo City, Dubai, dan Uni Emirat Arab (UEA), Jumat (1/12/2023). Gamma menekankan, DesaBumi tak hanya sekadar menjadi akses kelistrikan, tetapi juga alat untuk mencapai kesejahteraan. Kuncinya, energi berkelanjutan yang dipadukan dengan inisiatif ekonomi lokal. "Buat saya pribadi, DesaBumi tak hanya sekadar proyek, tetapi juga menjadi semacam perjalanan untuk menemukan bukti keragaman budaya di Indonesia. Bagi saya yang lahir dan tumbuh di Ibu Kota, membangun DesaBumi membuat saya menjadi lebih banyak belajar dan mencintai Indonesia," ucap Gamma. Pengukuhan kerja sama di bidang energi terbarukan yang melibatkan anak muda dalam event COP28 Dubai ini, disambut gembira oleh Zagy. "Saya dan Gamma percaya, bahwa kami dapat berkolaborasi bersama, dalam membuka akses energi di Indonesia. Kami percaya, dapat menjawab tantangan besar penyediaan akses energi yang setara bagi 270 juta rakyat Indonesia, yang tersebar di lebih dari 16 ribu pulau," tutur Zagy. DesaBumi, yang dulunya bernama Mycro Hydro for Indonesia adalah inisiatif yang digagas Gamma, saat masih berusia 15 tahun. Inisiatif ini ditujukan untuk menjembatani kesenjangan pembangunan antara perdesaan dan perkotaan di Indonesia melalui energi baru dan terbarukan. Hingga saat ini, Desa Bumi telah ada di tiga lokasi di Indonesia. Pertama, di Kasepuhan Ciptagelar Sukabumi, Jawa Barat, yang terletak di lereng Gunung Halimun. Di Kasepuhan ini, DesaBumi memfasilitasi listrik untuk masyarakat setempat melalui Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) berkapasitas 40 kw. Kedua, di Desa Liyu, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan. Di desa yang dihuni masyarakat adat Dayak Deah dan terletak di kawasan geosite Geopark Meratus, DesaBumi mendukung akses listrik dari energi surya berkapasitas 2,9 kw untuk pengembangan kegiatan pariwisata yang ramah lingkungan. Ketiga, di Desa Bangkiling Raya, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan. Di semester pertama 2023, DesaBumi mendukung kelistrikan di Bangkiling Raya melalui pemasangan panel surya dengan kapasitas 5,3 kw. Fasilitas listrik 5,3 kw ini telah dirasakan manfaatnya oleh 400 santri Pondok Pesantren Mifthahululum, yang berkolaborasi erat dengan Desa Bangkiling Raya untuk mengoptimalkan potensi sumber daya alam, demi kesejahteraan warga setempat. Dalam kegiatan bisnis pesantren, akses listrik 5,3 kw ini mampu menerangi 35 rumah lebah, memfasilitasi perikanan air tawar dengan 20 ribu ikan, dan telah menghasilkan uang hingga 30 ribu dolar AS.