News

press-release-sustainability-week-un-perwakilan-sre-bicara-di-un-general-assemby

News / Sustainable and Livable Planet

Press Release Sustainability Week UN: Perwakilan SRE Bicara di UN General Assemby

Redaktur Greenimpact

21 April 2024

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyelenggarakan agenda pekan keberlanjutan pertama dalam majelis umum perserikatan bangsa-bangsa atau dikenal sebagai United Nation General Assembly Sustainability Week). Majlis PBB mengenai isu keberlanjutan ini diselenggarakan pada 15-19 April 2024 bertepatan di kantor pusat PBB New York, Amerika Serikat. Dalam pekan keberlanjutan tersebut, akan membahas mengenai isu-isu keberlanjutan seperti pariwisata keberlanjutan, transportasi keberlanjutan, pembangunan keberlanjutan dan interkonetivitas infrastruktur hingga membahas energi yang terjangkau serta ramah lingkungan. Presiden Majlis PBB ke 78, Yang Mulia Dennis Francis mengundang tokoh-tokoh pemimpin dunia untuk menyampaikan sesuai dengan isu yang tersedia. Terdapat Perdana Menteri Barbados, Perdana Menteri Uganda, Preiden Republik Polandia hingga tokoh penting lainnya sesuai dengan keahliannya. Indonesia dalam perhelatan pekan keberlanjutan ini dihadiri oleh Menteri Pariwisata yang berbicara pada isu pariwisata keberlanjutan, Zagy Yakana Berian selaku tokoh muda inspiratif di sektor energi yang keduanya menyampaikan pidato diatas podium ruangan Majlis PBB. Selebihnya pidato pada sektor lain diwakili oleh Wakil Tetap Republik Indonesia untuk PBB, Arrmanatha Christiawan Nasir. Menariknya dalam Majlis PBB ke 78 di isu keberlanjutan ini, Yang Mulia Dennis Francis berkali-kali mengucapkan generasi muda menjadi aset penting pembangunan dunia. Hal itu terbukti, Yang Mulia Dennis Francis mengundang Zagy sebagai pembicara termuda diantara tokoh pemimpin bangsa lainnya dalam agenda penting keberlanjutan ini. Zagy Yakana Berian, pemuda kelahiran Karawang yang berusia 26 tahun, mendapatkan kesempatan berbicara di podium yang sama seperti pemimpin negara setingkat presiden, Menteri, atau duta besar. Lahir dan tumbuh bersama masyarakat yang merasakan langsung terkait akses untuk mendapatkan energi membuat pemuda tersebut menjadi pembeda dengan Majlis PBB sebelumnya. Yang terpenting, memperkuat kolaborasi dan mempercayai kepemimpinan generasi muda harus menjadi pembicaraan yang terus dilakukan setiap harinya. Tanpa adanya kolaborasi dan generasi muda, estapet pembangunan keberlanjutan ini lebih sulit untuk digapai. Pidato yang disampaikan oleh Zagy yang juga disiarkan dalam UN WEB TV pada tanggal 19 April 2024, menekankan mengapa harus generasi muda yang menjadi pilar pembangunan bangsa di sektor energi. Tiga nilai unik generasi muda yaitu unik, kongkrit, dan tulus mendapatkan apresiasi dari pembicara lainnya. Posisi energi yang ditaruh sebagai faktor akselerasi pembangunan lainnya sejalan dengan pesan yang disampaikan dalam sesi yang membahas isu lainnya seperti pariwisata, transportasi dan pembangunan. Apresiasi tersebut didasari oleh sudut pandang unik dari Zagy, alih-alih mengeluh dan meminta. Namun Zagy datang dengan bukti nyata yang telah dikontribusikannya, pemuda itu menaruh dukungan yang diharapkan setelah apa yang telah dibangun. Dengan pendekatan berbasis tiga keunikan tersebut, Zagy mengungkapan contoh nyata yang telah diterapkan di Indonesia. Diantaranya adalah pembangunan pembangkit listrik skala kecil yang direplikasi dibanyak tempat, peningkatan edukasi kepada publik mengenai transisi energi, pendekatan berbasis solusi permasalahan kepada masyarakat, serta program yang dimiliki oleh Kementerian Energy dan Sumber Daya Mineral (KESDM) yaitu Generation of Renewable Energy Involving Youth Action Academy (GERILYA). "Sudah lima tahun kami berdiri bersama masyarakat untuk memahami komitmen investasi mereka. Saya mengakui adanya tantangan ke depan, namun saya yakin bahwa generasi Anda dan kami dapat bersama-sama menciptakan perubahan dan ketahanan," ujarnya. Saatnya, kepercayaan antar generasi mulai dibangun, Zagy mengungapkan optimisme keberhasilan diantara tantangan yang ada, investasi kepada generasi muda menjadi kunci dalam mencapai target Tujuan Pembangunan Keberlanjutan atau SDGs serta Net Zero Target di pertengahan abad ini. “Terdapat dua mimpi besar generasi muda saat ini, yaitu, pendanaan terkait akses energi keseluruh wilayah agar dapat meningkatkan ekonomi daerah. Serta, pendanaan peningkatan kapasitas di sektor greenjobs dan mendorong ekosistem bisnis generasi muda”, ujar pemuda Karawang tersebut. Dalam penutupan pekan keberlanjutan tersebut, terdapat 150.000 deklarasi aksi mengenai keberlanjutan dalam aplikasi UN Act Now. Presiden Majlis PBB ke 78 sangat senang melihat antusiasme ini, dan berkomitmen mengeskalasi isu ini hingga ke pertemuan puncak September 2024 nanti yaitu Summit of the Future.

press-release-sustainability-week-un-perwakilan-sre-bicara-di-un-general-assemby

News / Sustainable and Livable Planet

Zagy, Anak Muda Asal Karawang Curi Perhatian Di Majelis Umum PBB

Bambang Trismawan

20 April 2024

Pendiri Society of Renewable Energi (SRE) Zagy Yakana Berian mencuri perhatian sebagai pembicara termuda dalam acara Pekan Keberlanjutan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang berlangsung di markas pusat PBB, New York, Amerika Serikat dari 15-19 April 2024. Zagy, pemuda inspiratif dari Karawang, Indonesia, berusia 26 tahun, berbagi panggung dengan pemimpin dunia dan tokoh penting lainnya untuk membahas isu-isu penting terkait keberlanjutan, khususnya di sektor energi. Dalam pidatonya yang disiarkan melalui UN Web TV, Zagy menekankan peran kritis generasi muda dalam mendorong pembangunan berkelanjutan. Dia mengungkapkan bagaimana generasi muda, dengan pendekatan unik, konkret, dan tulus, dapat menjadi pilar utama dalam perjuangan menuju Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dan target Net Zero. Zagy menyoroti inisiatif yang telah diterapkan di Indonesia, termasuk pembangunan pembangkit listrik skala kecil dan program Generation of Renewable Energy Involving Youth Action Academy (GERILYA) yang berfokus pada partisipasi aktif pemuda dalam energi terbarukan. Dengan pendekatan berbasis tiga keunikan tersebut, Zagy mengungkapan contoh nyata yang telah diterapkan di Indonesia. Diantaranya adalah pembangunan pembangkit listrik skala kecil yang direplikasi dibanyak tempat, peningkatan edukasi kepada publik mengenai transisi energi, pendekatan berbasis solusi permasalahan kepada masyarakat, serta program yang dimiliki oleh Kementerian Energy dan Sumber Daya Mineral (KESDM) yaitu Generation of Renewable Energy Involving Youth Action Academy (GERILYA). Dalam hal ini, dua orang perwakilan Kementerian ESDM ikut hadir dan menyampaikan pesan dalam sesi intervensi sektor energi. "Sudah lima tahun kami berdiri bersama masyarakat untuk memahami komitmen investasi mereka. Saya mengakui adanya tantangan ke depan, namun saya yakin bahwa generasi Anda dan kami dapat bersama-sama menciptakan perubahan dan ketahanan," ujarnya. Zagy mengungkapkan, investasi kepada generasi muda menjadi kunci dalam mencapai target Tujuan Pembangunan Keberlanjutan atau SDGs serta Net Zero Target di pertengahan abad ini. “Terdapat dua mimpi besar generasi muda saat ini, yaitu, pendanaan terkait akses energi ke seluruh wilayah agar dapat meningkatkan ekonomi daerah. Serta, pendanaan peningkatan kapasitas di sektor greenjobs dan mendorong ekosistem bisnis generasi muda," paparnya. Presiden Majlis PBB ke-78, Yang Mulia Dennis Francis, menyatakan bahwa generasi muda adalah aset penting untuk pembangunan global, suatu tema yang Zagy Yakana Berian nyatakan dengan jelas dalam pidatonya. Dalam acara ini, Dennis Francis mengundang tokoh-tokoh pemimpin dunia untuk menyampaikan berbagai isu yang ada. Hadir misalnya Perdana Menteri Barbados, Perdana Menteri Uganda, dan Presiden Republik Polandia. Indonesia dalam perhelatan pekan keberlanjutan ini dihadiri oleh Menteri Pariwisata yang berbicara pada isu pariwisata keberlanjutan. Sementara itu, Zagy Yakana Berian bicara peran pemuda di sektor energi. Selebihnya pidato pada sektor lain diwakili oleh Wakil Tetap Republik Indonesia untuk PBB, Arrmanatha Christiawan Nasir. Di akhir pekan tersebut, lebih dari 150.000 deklarasi aksi keberlanjutan telah dicatat, menunjukkan dukungan kuat untuk agenda keberlanjutan yang diusung oleh PBB dan peran penting yang diambil oleh pemuda seperti Zagy dalam mencapai target-target global ini.

News / Sustainable and Livable Planet

COP28 Dubai: Sadar Pentingnya Anak Muda Dalam Inisiatif Kelistrikan, DesaBumi Gandeng SRE

Firsty Hestyarini

12 Januari 2023

Latest News

dorong-komitmen-keberlanjutan-cathay-kembali-menanam-1000-pohon-mangrove-di-pulau-pramuka

News / Sustainable and Livable Planet

Dorong Komitmen Keberlanjutan, Cathay Kembali Menanam 1.000 Pohon Mangrove di Pulau Pramuka

Zagy Berian

6 Mei 2024

Mewujudkan target penurunan emisi guna menjaga bumi kita menjadi tanggung jawab semua pihak. Cathay, sebagai Travel Lifestyle, bekerja sama dengan Society of Renewable Energy (SRE) dengan menanam 1.000 pohon mangrove di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu pada Jumat, 3 Mei 2024 yang lalu. Pulau Pramuka menjadi salah satu pulau terdampak dari adanya perubahan iklim, pulau yang dihuni sekitar 1,200 orang pada tahun ini membutuhkan mangrove dalam menjaga abrasi. Sudah terbukti, mangrove menjadi penyalamat pulau ini dari penurunan muka tanah dan abrasi. Sebanyak 70 relawan yang tergabung dari Cathay, travel agent, dan relawan SRE beserta masyarakat lokal Pulau Pramuka ikut serta dalam kegiatan penanaman pohon tersebut. Kegiatan ini merupakan inisiatif Cathay yaitu 1 Ticket, 1 Tree yang sudah dijalankan dari dua tahun yang lalu dengan jumlah pohon mangrove sebanyak 4.600 pohon. Country Manager Cathay untuk Indonesia, Tony Sham, mengatakan, “1 Ticket, 1 Tree merupakan komitmen Cathay dalam mendukung komunitas lokal, memulihkan habitat, dan mendorong ketahanan iklim. Hal ini sejalan dengan aspirasi kami untuk menjadi yang terdepan dalam kepemimpinan berkelanjutan.” Guna mencapai target yang lebih cepat, Tony menyampaikan aksi kolaborasi bersama komunitas menjadi cara efektif dalam memperluas dan mempernjang dampak baik yang diciptakan. Hal itu disampaikan saat pembukaan bersama masyarakat di ruang auditorium Pulau Pramuka. Inisiatif 1 Ticket, 1 Tree ini merupakan aksi kolektif Cathay yang tersebar di Singapura, Filipina, Thailand, Indonesia, Malaysia, Vietnam, dan Kamboja dalam periode kampanye tertentu. Tahun 2024, target penanaman sebanyak 7.500 pohon se Asia Tenggara dengan 1.000 pohon yang ditanam di Pulau Pramuka, Indonesia. Tahun ini juga menandai tonggak penting dalam perjalanan inisiatif 1 Ticket, 1 Tree dengan Cathay menanam total 30.000 pohon mangrove di Asia Tenggara sejak tahun 2021. “Perubahan iklim ini membutuhkan aksi kolektif generasi muda, penanaman mangrove di Pulau Pramuka menjadi contoh aksi adaptasi perubahan iklim sekaligus mitigasi dalam sekali tarikan nafas kegiatan. Society of Renewable Energy (SRE), berkomitmen menanam 200 mangrove dari total 1.000 yang ditanam untuk menyemangati generasi muda dan masyarakat local.” Ujar Zagy Yakana Berian, pendiri gerakan anak muda yang tersebar di 47 kampus. Dalam paparannya, Zagy menyampaikan masyarakat harus bersama generasi muda menjadi garda terdepan menjaga bumi ini. Dukungan dan kolaborasi lintas institusi menjadi penting bagi Indonesia. Maka dari itu, tokoh masyarakat memiliki peran penting untuk mengajak seluruh komunitas lokal dalam perjuangan iklim ini. “Kami warga Pulau Pramuka memang sangat memerlukan penanaman pohon mangrove untuk menjaga garis pantai. Inisiatif 1 Ticket, 1 Tree dari Cathay merupakan bukti kongkris yang harus kami dukung dan jaga. Kami akan terus berkordinasi dengan Cathay dan SRE dalam memonitor pertumbuhan mangrove ini.” Ujar Mahariah, tokoh masyarakat setempat. 1 Ticket, 1 Tree akan diluncurkan lagi pada tahun ini. Melalui inisiatif ini, Cathay mengajak para pelanggan untuk berkontribusi terhadap hutan mangrove saat mereka terbang bersama Cathay, hanya dengan cara memesan tiket. Untuk informasi lebih lanjut silakan kunjungi: Halaman Facebook Cathay Pacific ⁠https://www.facebook.com/cathaypacific Website Cathay Pacific (Bahasa Indonesia) https://www.cathaypacific.com/cx/en_ID/offers/collection/sustainability.html Website Cathay Pacific (Bahasa Inggris) https://www.cathaypacific.com/cx/id_ID/offers/collection/sustainability.html

press-release-sustainability-week-un-perwakilan-sre-bicara-di-un-general-assemby

News / Sustainable and Livable Planet

Press Release Sustainability Week UN: Perwakilan SRE Bicara di UN General Assemby

Redaktur Greenimpact

21 April 2024

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyelenggarakan agenda pekan keberlanjutan pertama dalam majelis umum perserikatan bangsa-bangsa atau dikenal sebagai United Nation General Assembly Sustainability Week). Majlis PBB mengenai isu keberlanjutan ini diselenggarakan pada 15-19 April 2024 bertepatan di kantor pusat PBB New York, Amerika Serikat. Dalam pekan keberlanjutan tersebut, akan membahas mengenai isu-isu keberlanjutan seperti pariwisata keberlanjutan, transportasi keberlanjutan, pembangunan keberlanjutan dan interkonetivitas infrastruktur hingga membahas energi yang terjangkau serta ramah lingkungan. Presiden Majlis PBB ke 78, Yang Mulia Dennis Francis mengundang tokoh-tokoh pemimpin dunia untuk menyampaikan sesuai dengan isu yang tersedia. Terdapat Perdana Menteri Barbados, Perdana Menteri Uganda, Preiden Republik Polandia hingga tokoh penting lainnya sesuai dengan keahliannya. Indonesia dalam perhelatan pekan keberlanjutan ini dihadiri oleh Menteri Pariwisata yang berbicara pada isu pariwisata keberlanjutan, Zagy Yakana Berian selaku tokoh muda inspiratif di sektor energi yang keduanya menyampaikan pidato diatas podium ruangan Majlis PBB. Selebihnya pidato pada sektor lain diwakili oleh Wakil Tetap Republik Indonesia untuk PBB, Arrmanatha Christiawan Nasir. Menariknya dalam Majlis PBB ke 78 di isu keberlanjutan ini, Yang Mulia Dennis Francis berkali-kali mengucapkan generasi muda menjadi aset penting pembangunan dunia. Hal itu terbukti, Yang Mulia Dennis Francis mengundang Zagy sebagai pembicara termuda diantara tokoh pemimpin bangsa lainnya dalam agenda penting keberlanjutan ini. Zagy Yakana Berian, pemuda kelahiran Karawang yang berusia 26 tahun, mendapatkan kesempatan berbicara di podium yang sama seperti pemimpin negara setingkat presiden, Menteri, atau duta besar. Lahir dan tumbuh bersama masyarakat yang merasakan langsung terkait akses untuk mendapatkan energi membuat pemuda tersebut menjadi pembeda dengan Majlis PBB sebelumnya. Yang terpenting, memperkuat kolaborasi dan mempercayai kepemimpinan generasi muda harus menjadi pembicaraan yang terus dilakukan setiap harinya. Tanpa adanya kolaborasi dan generasi muda, estapet pembangunan keberlanjutan ini lebih sulit untuk digapai. Pidato yang disampaikan oleh Zagy yang juga disiarkan dalam UN WEB TV pada tanggal 19 April 2024, menekankan mengapa harus generasi muda yang menjadi pilar pembangunan bangsa di sektor energi. Tiga nilai unik generasi muda yaitu unik, kongkrit, dan tulus mendapatkan apresiasi dari pembicara lainnya. Posisi energi yang ditaruh sebagai faktor akselerasi pembangunan lainnya sejalan dengan pesan yang disampaikan dalam sesi yang membahas isu lainnya seperti pariwisata, transportasi dan pembangunan. Apresiasi tersebut didasari oleh sudut pandang unik dari Zagy, alih-alih mengeluh dan meminta. Namun Zagy datang dengan bukti nyata yang telah dikontribusikannya, pemuda itu menaruh dukungan yang diharapkan setelah apa yang telah dibangun. Dengan pendekatan berbasis tiga keunikan tersebut, Zagy mengungkapan contoh nyata yang telah diterapkan di Indonesia. Diantaranya adalah pembangunan pembangkit listrik skala kecil yang direplikasi dibanyak tempat, peningkatan edukasi kepada publik mengenai transisi energi, pendekatan berbasis solusi permasalahan kepada masyarakat, serta program yang dimiliki oleh Kementerian Energy dan Sumber Daya Mineral (KESDM) yaitu Generation of Renewable Energy Involving Youth Action Academy (GERILYA). "Sudah lima tahun kami berdiri bersama masyarakat untuk memahami komitmen investasi mereka. Saya mengakui adanya tantangan ke depan, namun saya yakin bahwa generasi Anda dan kami dapat bersama-sama menciptakan perubahan dan ketahanan," ujarnya. Saatnya, kepercayaan antar generasi mulai dibangun, Zagy mengungapkan optimisme keberhasilan diantara tantangan yang ada, investasi kepada generasi muda menjadi kunci dalam mencapai target Tujuan Pembangunan Keberlanjutan atau SDGs serta Net Zero Target di pertengahan abad ini. “Terdapat dua mimpi besar generasi muda saat ini, yaitu, pendanaan terkait akses energi keseluruh wilayah agar dapat meningkatkan ekonomi daerah. Serta, pendanaan peningkatan kapasitas di sektor greenjobs dan mendorong ekosistem bisnis generasi muda”, ujar pemuda Karawang tersebut. Dalam penutupan pekan keberlanjutan tersebut, terdapat 150.000 deklarasi aksi mengenai keberlanjutan dalam aplikasi UN Act Now. Presiden Majlis PBB ke 78 sangat senang melihat antusiasme ini, dan berkomitmen mengeskalasi isu ini hingga ke pertemuan puncak September 2024 nanti yaitu Summit of the Future.

zagy-anak-muda-asal-karawang-curi-perhatian-di-majelis-umum-pbb

News / Sustainable and Livable Planet

Zagy, Anak Muda Asal Karawang Curi Perhatian Di Majelis Umum PBB

Bambang Trismawan

20 April 2024

Pendiri Society of Renewable Energi (SRE) Zagy Yakana Berian mencuri perhatian sebagai pembicara termuda dalam acara Pekan Keberlanjutan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang berlangsung di markas pusat PBB, New York, Amerika Serikat dari 15-19 April 2024. Zagy, pemuda inspiratif dari Karawang, Indonesia, berusia 26 tahun, berbagi panggung dengan pemimpin dunia dan tokoh penting lainnya untuk membahas isu-isu penting terkait keberlanjutan, khususnya di sektor energi. Dalam pidatonya yang disiarkan melalui UN Web TV, Zagy menekankan peran kritis generasi muda dalam mendorong pembangunan berkelanjutan. Dia mengungkapkan bagaimana generasi muda, dengan pendekatan unik, konkret, dan tulus, dapat menjadi pilar utama dalam perjuangan menuju Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dan target Net Zero. Zagy menyoroti inisiatif yang telah diterapkan di Indonesia, termasuk pembangunan pembangkit listrik skala kecil dan program Generation of Renewable Energy Involving Youth Action Academy (GERILYA) yang berfokus pada partisipasi aktif pemuda dalam energi terbarukan. Dengan pendekatan berbasis tiga keunikan tersebut, Zagy mengungkapan contoh nyata yang telah diterapkan di Indonesia. Diantaranya adalah pembangunan pembangkit listrik skala kecil yang direplikasi dibanyak tempat, peningkatan edukasi kepada publik mengenai transisi energi, pendekatan berbasis solusi permasalahan kepada masyarakat, serta program yang dimiliki oleh Kementerian Energy dan Sumber Daya Mineral (KESDM) yaitu Generation of Renewable Energy Involving Youth Action Academy (GERILYA). Dalam hal ini, dua orang perwakilan Kementerian ESDM ikut hadir dan menyampaikan pesan dalam sesi intervensi sektor energi. "Sudah lima tahun kami berdiri bersama masyarakat untuk memahami komitmen investasi mereka. Saya mengakui adanya tantangan ke depan, namun saya yakin bahwa generasi Anda dan kami dapat bersama-sama menciptakan perubahan dan ketahanan," ujarnya. Zagy mengungkapkan, investasi kepada generasi muda menjadi kunci dalam mencapai target Tujuan Pembangunan Keberlanjutan atau SDGs serta Net Zero Target di pertengahan abad ini. “Terdapat dua mimpi besar generasi muda saat ini, yaitu, pendanaan terkait akses energi ke seluruh wilayah agar dapat meningkatkan ekonomi daerah. Serta, pendanaan peningkatan kapasitas di sektor greenjobs dan mendorong ekosistem bisnis generasi muda," paparnya. Presiden Majlis PBB ke-78, Yang Mulia Dennis Francis, menyatakan bahwa generasi muda adalah aset penting untuk pembangunan global, suatu tema yang Zagy Yakana Berian nyatakan dengan jelas dalam pidatonya. Dalam acara ini, Dennis Francis mengundang tokoh-tokoh pemimpin dunia untuk menyampaikan berbagai isu yang ada. Hadir misalnya Perdana Menteri Barbados, Perdana Menteri Uganda, dan Presiden Republik Polandia. Indonesia dalam perhelatan pekan keberlanjutan ini dihadiri oleh Menteri Pariwisata yang berbicara pada isu pariwisata keberlanjutan. Sementara itu, Zagy Yakana Berian bicara peran pemuda di sektor energi. Selebihnya pidato pada sektor lain diwakili oleh Wakil Tetap Republik Indonesia untuk PBB, Arrmanatha Christiawan Nasir. Di akhir pekan tersebut, lebih dari 150.000 deklarasi aksi keberlanjutan telah dicatat, menunjukkan dukungan kuat untuk agenda keberlanjutan yang diusung oleh PBB dan peran penting yang diambil oleh pemuda seperti Zagy dalam mencapai target-target global ini.

suara-semangat-muda-mari-kolaborasi-ekonomi-hijau-untuk-indonesia

News / Green Economy

Suara Semangat Muda: Mari Kolaborasi Ekonomi Hijau Untuk Indonesia

Firsty Hestyarini

28 Oktober 2023

Tanggal 28 Oktober ditetapkan sebagai Hari Sumpah Pemuda. Ini adalah bentuk apresiasi terhadap perjuangan generasi muda, dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Hari Sumpah Pemuda dimaknai sebagai bentuk semangat generasi muda, dalam membangun bangsa. Lantas, hal apa yang harus dilakukan kaum muda saat ini, di tengah era digital yang begitu dinamis? di tengah tingginya persaingan, baik nasional atau internasional? Momentum ini bisa dimanfaatkan untuk mengkampanyekan ekonomi hijau. Sebagai bagian dari upaya menangkal perubahan iklim, yang antara lain berasal dari emisi gas rumah kaca. Diperlukan perubahan sistematis dan strategis untuk menciptakan kegiatan ekonomi hijau. Tiga hal yang krusial terkait ekonomi hijau ada pada sektor industri, ketenagalistrikan, dan transportasi. Tak kalah penting, kita juga harus fokus terhadap inovasi dan kesederhanaan. Selalu ada ruang dalam proses bisnis suatu kegiatan ekonomi, terutama peluang pengembangan Usaha Kecil Menengah (UKM). Generasi muda punya peran penting dalam pemecahan permasalahan ini. Baik itu menjadi aktivator, atau katalisator. Opsi ini patut dicoba. Dalam konteks ini, konsep pendanaan hijau harus dioptimalkan. Saat ini, sudah banyak pendanaan yang tersedia dari negara-negara maju. Begitu juga produk keuangan dari institusi, seperti bank atau lembaga donor. Tren ekonomi hijau menjadi target utama distribusi pendanaan. Skema inovatif seperti platform yang mudah diakses seluruh pihak, memerlukan administratif yang begitu panjang dan rumit. Contohnya, platform distribusi untuk kategori mikro dengan indikator kegiatan ekonomi dari kelembagaan dan tata kelola, manajemen keuangan, dan pemasaran yang sudah digital. Penggunaan teknologi digital adalah hal fundamental dalam kegiatan ekonomi. Utamanya, terkait manajemen keuangan dan pemasaran. Produk yang baik, akan sulit diketahui tanpa ada pemasaran yang kreatif. Banyak sekali metode penjualan yang dapat dilakukan, seperti live shopping, kolaborasi dengan influencer, dan diskon hari spesial. Setelah itu, terapkan manajemen keuangan yang akuntabel dan transparan. Demi menarik investor di kemudian hari. Penggunaan konsep sustainability merupakan indikator penting, yang menjadi nilai tambah suatu kegiatan ekonomi dalam penjualan dan investasi. Hal lain yang mesti diperhatikan adalah penggunaan energi bersih, agar produk yang dihasilkan lebih green. Contoh baik dari hal ini dapat dilihat dari program pembinaan oleh Badan Usaha untuk masyarakat. Para pelaku usaha mendapat bantuan pemasangan pembangkit EBT dari surya, angin, air, hingga penggunaan gas untuk kegiatan dapur dari biogas. Tentu, hal ini harus dilengkapi dengan rencana jangka pendek. Sehingga, mereka mampu berdikari secara ekonomi, terutama berbasis ekonomi hijau. Konsep sirkular ekonomi tak boleh dilupakan. Dalam konsep ini, setiap produk yang dibuat menggunakan unsur material ramah lingkungan. Pengelolaan limbahnya pun dilakukan dengan baik. Bagaimana dalam urusan distribusi? Saat ini, sudah banyak layanan antar jemput paket atau penumpang, yang menggunakan transportasi berbasis kendaraan listrik. Jangan lupa gunakan konsep Penta Helix dalam berkolaborasi. Segala elemen harus dilibatkan. Kebijakan internasional, harus ditranslasi hingga ke level tapak. Kolaborasi dengan komunitas pegiat ekonomi hijau adalah kunci keterbukaan akses pasar. Generasi muda harus menjadi jembatan dari pemerintah, badan usaha, akademisi, komunitas, dan media. Pendekatan humanis dalam meraih pasar, menjadi pendakatan yang sesuai karakter bangsa Indonesia. Dengan menerapkan seluruh konsep tersebut, Indonesia Emas 2045 tak hanya sekadar mimpi. Pemerintah harus aktif menjemput bola, dan memperbesar ruang kolaborasi buat generasi muda. Jalan ke arah sana, memang sudah banyak terlihat. Namun, momentum Hari Sumpah Pemuda harus bisa mengeskalasikan semangat jiwa muda Indonesia.

ceo-rakyat-merdeka-anak-muda-berperan-penting-wujudkan-nol-emisi

News / Sustainable and Livable Planet

CEO Rakyat Merdeka: Anak Muda Berperan Penting Wujudkan Nol Emisi

Bambang Trismawan

12 Oktober 2023

CEO Rakyat Merdeka Group, Kiki Iswara Darmayana mengatakan, generasi muda punya peran penting dalam mewujudkan cita-cita nol emisi pada 2060. Hal tersebut dikatakan Kiki pada acara Indonesia’s Road to COP28 di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Jakarta, Kamis (12/10/2023). Acara yang mengambil tema “Youth Event: Reimagining a Greener Indonesia With Youth-Led Action” ini dihadiri Wakil Menteri LHK Alue Dohong, Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari (PHL) KLHK Agus Justianto, dan Founder Society of Renewable Energy (SRE) Zagy Yakana Berian. Acara juga dihadiri ratusan mahasiswa dari berbagai kampus di Indonesia. Kiki menjelaskan, mewujudkan nol emisi, diperlukan pengembangan teknologi hijau dan energi alternatif. Di bidang kehutanan target dimanifestasikan dalam Indonesia FOLU Net-Sink 2030, sebagai bukti keseriusan Indonesia dalam upaya menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK). Sedangkan di sektor Energi, kata dia, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sudah memiliki peta jalan hingga tahun 2060 melalui penggunaan teknologi dan sumber energi yang ramah lingkungan. "Anak muda bisa menjadi katalisator bagi proyek-proyek strategis yang ada," tutur Kiki. Ia pun memberikan apresiasi kepada ratusan anak muda yang hadir dalam acara ini. "Mereka yang hadir saat ini adalah yang peduli, yang ingin berperan aktif dalam mewujudkan Indonesia lebih baik di masa depan," pujinya. Indonesia’s Road to COP28 Uni Emirat Arab adalah acara yang diinisiasi Rakyat Merdeka dan Society of Renewable Energy (SRE). Acara ini menghadirkan 24 delegasi yang berbicara mengenai Road to Cop28. Dari 24 tersebut, 9 di antaranya adalah pegiat isu lingkungan, iklim kehutanan dan energi baru terbarukan di Indonesia, baik itu dari Desa Bumi, Green Leadership Indonesia, Carbon Ethic, Gerilya, Solar Chapter, dan FPCI. Di acara ini, anak muda tak hanya berbicara, tapi juga memberikan aksi nyata. Salah satunya melalui penandatanganan kerja sama antara SRE dan Desa Bumi dari Yayasan Mochamad Thohir dalam penyediaan energi bersih, melalui program Akselerasi Transisi Energi dengan Inklusif (AKTIF). Kerja sama antara SRE dengan Desa Bumi, untuk memberikan akses listrik ke wilayah hutan adat, hutan sosial atau wilayah yang memiliki kegiatan ekonomi kreatif. "Rakyat Merdeka selalu bangga berkolaborasi dengan generasi muda. Menyaksikan mereka tumbuh berkembang menjadi agen perubahan di tengah-tengah kondisi global yang semakin dinamis," ujarnya.

wamen-lhk-anak-muda-indonesia-harus-bisa-jadi-diplomat-iklim

News / Sustainable and Livable Planet

Wamen LHK: Anak Muda Indonesia Harus Bisa Jadi Diplomat Iklim

Bambang Trismawan

12 Oktober 2023

Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Alue Dohong mengajak anak muda Indonesia, untuk aktif memperjuangkan isu-isu perubahan iklim di level internasional. Anak muda Indonesia harus bisa menjadi diplomat iklim. "Ini profesi baru. Negara-negara kecil menyewa negosiator di acara Konferensi Perubahan Iklim (COP). Negosiator bayaran itu sangat piawai, paham mengenai geopolitik perubahan iklim, paham hal teknis, dan menguasai teknologi,” papar Alue dalam acara Road to COP 28 di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup, Jakarta, Kamis (12/10/2023). "Saya harap, anak muda Indonesia juga bisa. Jangan cuma wajah-wajah Barat,” imbuhnya. Road to COP 28 Uni Emirat Arab yang diinisiasi Rakyat Merdeka dan Society of Renewable Energy (SRE) ini menghimpun pemikiran generasi muda, untuk direkomendasikan dalam forum COP di Dubai pada November mendatang. Acara ini menghadirkan 24 delegasi, sembilan di antaranya adalah pegiat isu lingkungan, iklim kehutanan dan energi baru terbarukan di Indonesia. Baik itu dari Desa Bumi, Green Leadership Indonesia, Carbon Ethic, Gerilya, Solar Chapter, dan FPCI. Beberapa di antaranya merupakan perwakilan asing dari Uni Emirat Arab, Polandia, Rusia, Kolombia, Brazil, Ghana, dan Amerika Serikat. Acara ini juga menghadirkan sesi bedah buku Indonesia Menuju Energi Bersih. Buku ini memuat 50 karya terbaik peserta Kompetisi Penulisan Artikel Nasional Energy, Climate & Sustainability Competition (NECSC) 2023. Alue berharap, pemenang lomba penulisan tersebut, bisa lebih aktif berkontribusi menangkal perubahan iklim. “Pemenangnya, harus bisa menjadi leading by example, untuk mempercepat pengendalian perubahan iklim,” tuturnya.

model-pikir-masa-kini-dalam-peran-generasi-muda-di-sektor-energi-dan-lingkungan

News / Sustainable and Livable Planet

Model Pikir Masa Kini Dalam Peran Generasi Muda Di Sektor Energi Dan Lingkungan

M. Ade Al Kautsar

19 Juni 2023

Setengah populasi Indonesia saat ini yang dilansir oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia merupakan generasi muda yang nantinya akan mendominasi sebagai usia produktif dalam 100 tahun kemerdekaan Indonesia. Untuk mewujudkan tersebut, pemerintah dapat mengadopsi beberapa model kerangka pikir untuk meningkatkan partisipasi generasi muda agar siap berkompetisi di dunia kerja. Salah satunya, model yang dimiliki oleh United Nation yaitu 4 tahapan partisipasi generasi muda mulai dari diposisikan sebagai pemberi opini (konsultasi), bantuan (kontribusi), pendampingan (rekan), dan pelaksana (memimpin). Dari keempat hal tersebut, Indonesia bisa mengadopsinya sesuai dengan level kesiapan generasi muda yang dibagi menjadi beberapa indikator. Hal ini relevan dengan kondisi demografi generasi muda di Indonesia sehingga nantinya metode yang diterapkan dapat sesuai sasaran. Sebagai contoh, untuk daerah Ibu kota, pemerintah dapat menerapkan metode pelaksana dimana sekelompok anak muda memimpin suatu kegiatan acara. Metode ini dapat diterapkan dengan kelompok yang memiliki pengalaman terlibat dalam suatu program, memiliki kerjasama tim, dan memiliki jejaring baik horizontal maupun vertikal. Misalnya, National Energy, Climate, Sustainability Competition (NECSC) kolaborasi antara Rakyat Merdeka, Society of Renewable Energy (SRE), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) mengenai penulisan artikel populer bagi siswa sekolah menengah atas dan kampus. Kegiatan ini dipimpin oleh generasi muda yang melakukan riset kebutuhan program, menyusun program bersama lintas institusi, dan eksekusi yang integratif. Hasilnya, program ini telah berjalan 3 tahun dengan antusiasme dari ribuan peserta dan menghasilkan 2 buku sumbangsih generasi muda bagi Indonesia di sektor energi dan lingkungan. Jika dilihat dari siklusnya, kegiatan tersebut telah menerapkan proses yang holistik secara end-end. Selanjutnya, dari hasil berupa buku, karya terbaik generasi bangsa dapat menjadi alternatif pilihan pemerintah dalam menerapkan suatu kebijakan yang sifatnya strategis dan taktis. Yang terpenting, dari kegiatan yang dilakukan terdapat rangkaian pengembangan generasi muda yang menjadi aspek penting dalam mewujudkan generasi muda. Indonesia telah menetapkan target Net Zero Emission (NZE) pada 2060 atau lebih cepat, hal ini mengandung makna bahwa pembangunan yang rendah emisi dan melakukan konservasi terhadap alam kita menjadi hal penting untuk generasi yang akan datang. Sangat tepat dengan populasi Indonesia yang didominasi oleh generasi muda. Pendekatan yang lebih kekinian mampu memantik semangat dan meningkatkan partisipasi generasi muda Indonesia. Dalam forum global, SRE telah diakui kiprah dalam pengembangan generasi muda yang diantaranya kerap melakukan paparan contoh kongkrit penerapan Penta-Helix kolaborasi dan model pikir kekinian di forum energi dan iklim seperti IRENA Youth Forum, NDC Conference, G20, dan Conference of Parties (COP). Model seperti ini seharusnya dapat menjadi kerangka pemerintah untuk dapat direplikasi diseluruh daerah di Indonesia. Kolaborasi integratif dan inklusif menjadi kunci Indonesia dimasa yang akan datang.

zagy-berian-anak-muda-binaan-rakyat-merdeka-raih-eco-business-youth-a-list-2022

News / Sustainable and Livable Planet

Zagy Berian, Anak Muda Binaan Rakyat Merdeka Raih Eco-Business Youth A-List 2022

Oktavian Surya Dewangga

4 Maret 2023

Anak muda binaan Rakyat Merdeka yang juga Pendiri Society of Renewable Energy (SRE), Zagy Yakana Berian meraih penghargaan Eco-Business Youth A-List 2022 untuk kategori pemimpin muda berusia di bawah 30 tahun yang berjasa dalam bidang pembangunan berkelanjutan. Zagy, yang tahun ini berusia 25 tahun, tercatat sebagai tiga anak muda Indonesia pertama, yang meraih Eco Business Youth A-List 2022. Bersama Director & Co-Founder Alner, Bintang Ekananda serta Founder Bye Bye Plastic Bags and YOUTHTOPIA, Melati Wijsen. Ada 10 anak muda se-Asia Pasifik yang menerima penghargaan ini. Yang menarik, Zagy menjadi satu-satunya penerima penerima penghargaan yang fokus pada sektor energi. Sementara sembilan lainnya, fokus pada sektor konservasi alam, agrikultur, dan pengelolaan limbah. Penghargaan diserahkan oleh Esther An, Chief Sustainability Officer of Global Real Estate Firm City Developmnet Limited (CDL), yang juga partner dari Youth A-List, di Singapura, pada Jumat (3/3) malam, setelah melalui seleksi dan penilaian sejumlah dewan juri. Debut Zagy dalam bidang energi baru terbarukan dimulai sejak tiga tahun lalu, dengan mendirikan Society of Renewable Energy (SRE). Rakyat Merdeka juga ikut membidani berkembangnya SRE, sejak didirikannya. Lahir dari komunitas kecil mahasiswa di ITB, yang peduli pada energi terbarukan. Dari sekitar 20-an anggota, semangat ini menyebar ke UI, ITS, UGM, IPB dan seterusnya. Kini, SRE ada di 43 kampus terkemuka seluruh Indonesia, dengan jumlah member teregister lebih dari 3 ribu orang. Melalui SRE, Zagy dinilai berhasil memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk ikut mengembangkan energi alternatif dan aksi-aksi perubahan iklim melalui beberapa tahapan. Mulai dari peningkatan kesadaran akan transisi energi, penguatan wawasan energi, pencarian kerja, hingga menciptakan inovasi dan program-program nyata di masyarakat. SRE memiliki pilar edukasi, pekerjaan, sosial dan teknologi dalam menjalankan kegiatan operasional sehari-hari. Buah hasil kerja keras timnya, SRE mampu melebarkan pengaruh dan jejaringnya di sektor energi dan perubahan iklim, baik horizontal maupun vertikal. Ke berbagai stakeholder baik pemerintahan maupun swasta. Telah banyak kegiatan yang dilakukan SRE. Melalui program Energy Transition Youth Forum yang berkolaborasi dengan sejumlah institusi, SRE melakukan pemasangan solar-solar panel di desa-desa yang membutuhkan listrik, hingga 50 titik di sejumlah wilayah Indonesia. Beberapa di antaranya menjadi desa berdikari energi. Titik-titik pemasangan listrik yang bersumber dari energi alternatif ini, menjadi bukti nyata kontribusi aktif SRE untuk ikut menyukseskan G20 bersama Kementerian ESDM RI. Dewan Juri Eco-Business menilai, aksi itu menjadi contoh nyata profesionalisme anak muda, yang bisa melihat dan menyelesaikan permasalahan. Juri juga menilai, Zagy dan SRE telah membangun sebuah peluang bagi anak muda melakukan pengembangan dan inovasi di sektor energi. Kepada Rakyat Merdeka, Zagy mengatakan, penghargaan ini membuat dia makin termotivasi untuk meningkatkan kontribusi kepada negaranya. Lulusan Teknik Mesin ITB, dua tahun lalu itu, mengatakan, program-program yang dikerjakannya tak mungkin berhasil tanpa bantuan dari banyak pihak. “Capaian ini juga diraih karena tim SRE sangat solid,” ujarnya. Dengan Rakyat Merdeka, SRE sudah beberapa kali berkolaborasi. Sudah dua kali menggelar pelaksanaan kompetisi penulisan artikel. Yaitu di tahun 2021 memperebutkan Piala Menteri ESDM, dan tahun ini, pada Februari lalu memperebutkan dua piala sekaligus. Yaitu, Piala Menteri KLHK untuk bidang perubahan iklim dan Piala Menteri ESDM untuk bidang energi. Menurut Zagy, semakin banyak generasi muda yang terlibat, maka semakin besar kesempatan mencapai target bersama yaitu Net Zero Emission, untuk kepentingan dunia yang lebih baik.

lewat-studi-kasus-100-peserta-paham-kolaborasi-adalah-kunci-sukses-inovasi

News / Sustainable and Livable Planet

Lewat Studi Kasus, 100 Peserta Paham, Kolaborasi Adalah Kunci Sukses Inovasi

Ujang Sunda

12 Februari 2023

Total 100 peserta terseleksi Kompetisi Menulis Energi Baru Terbarukan dan Lingkungan Hidup: National Energy, Climate, Sustainability Competition (NECSC) 2023 terlihat bersemangat menjalani rangkaian acara hari kedua Leadership Bootcamp di Makara Art Center Universitas Indonesia, yang diselenggarakan secara hybrid, Sabtu (12/2). Kompetisi menulis ini merupakan kolaborasi Rakyat Merdeka-Society of Renewable Energy (SRE). Di hari kedua ini, 100 peserta itu mengikuti workshop technical skill dan soft skill, yang diberikan para senior SRE. Serta memecahkan studi kasus yang diberikan perusahaan kolaborator seperti Pertamina, Adaro, dan GoTo. Dengan pembekalan berupa pengetahuan seputar lingkungan dan energi, melalui rekaman video dan diskusi daring bersama mentor. Arsyad, salah satu peserta dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta mengaku bersyukur bisa mengikuti acara bergengsi ini. “Saya banyak belajar dari studi kasus Pertamina, tentang program pemberdayaan masyarakat di desa binaannya. Kita jadi tahu, ternyata Indonesia itu luas. Masih banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan, terutama di sektor energi,” ujar Arsyad. Dia pun mengajukan usulan untuk mewujudkan pembangkit listrik tenaga biomassa, yang bersumber dari padi. �Kita jadi tahu, bahwa untuk mendapatkan hasil yang bagus, kita perlu berkoordinasi. Di samping harus tahu akar masalah. Solusi harus sesuai dengan akar permasalaannya,� tutur Arsyad. Sementara Adaro, perusahaan pertambangan batu bara terpadu yang dipimpin Garibaldi Thohir, menyuguhkan studi kasus membentuk bisnis dekarbonisasi industri. Sebagai respons perusahaan terhadap tantangan global, sekaligus mendukung target pemerintah mencapai net zero emission. Sedangkan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk atau GoTo yang dinakhodai Andre Sulistyo, memberikan studi kasus terhadap elektrifikasi kendaraan bermotor para mitra gojek, sebagai bentuk adaptasi perusahaan. Sekaligus mendukung program keberlanjutan. �Saya senang, melihat peserta aktif berdiskusi. Mereka tidak ragu bertukar pikiran, tidak takut idenya direplikasi. Mereka mampu melihat aspek yang lebih luas, untuk mendapatkan pandangan dari banyak pihak,� ujar Founder dan Ketua SRE Indonesia, Zagy Yakana Berian. �Studi kasus ini akan diberikan sampai besok. Para peserta dijadwalkan untuk presentasi hasil karya secara daring, pada Minggu (12/2),� imbuhnya. Selain presentasi hasil karya secara daring, Leadership Bootcamp hari terakhir pada Minggu (12/2), juga akan menghadirkan Sesi Leadership Talk dengan pembicara Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Bakir Pasaman, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, GM HSE, Risk Management & Crisis Team Leader PT Adaro Energy Indonesia Tbk Rusdi Husin, Head of Sustainability GoTo Tanah Sullivan. Dilanjutkan dengan acara Pengumuman Pemenang NECSC 2023. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Menteri Lingkungan Hidup & Kehutanan Siti Nurbaya akan memberikan Piala Bergilir kepada Juara I Kompetisi Menulis NECSC 2023, dari kategori Energi dan Lingkungan Hidup. Acara ini akan dihadiri 400 mahasiswa dari berbagai kampus. Seperti ITB, UI, Universitas Pertamina, Universitas Gunadarma, UPN Veteran Yogyakarta, UGM, dan Universitas Brawijaya Malang.