Suara Semangat Muda: Mari Kolaborasi Ekonomi Hijau Untuk Indonesia

Suara Semangat Muda: Mari Kolaborasi Ekonomi Hijau Untuk Indonesia

Green Economy

Firsty Hestyarini

22 April 2024

Tanggal 28 Oktober ditetapkan sebagai Hari Sumpah Pemuda. Ini adalah bentuk apresiasi terhadap perjuangan generasi muda, dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Hari Sumpah Pemuda dimaknai sebagai bentuk semangat generasi muda, dalam membangun bangsa. Lantas, hal apa yang harus dilakukan kaum muda saat ini, di tengah era digital yang begitu dinamis? di tengah tingginya persaingan, baik nasional atau internasional? Momentum ini bisa dimanfaatkan untuk mengkampanyekan ekonomi hijau. Sebagai bagian dari upaya menangkal perubahan iklim, yang antara lain berasal dari emisi gas rumah kaca. Diperlukan perubahan sistematis dan strategis untuk menciptakan kegiatan ekonomi hijau. Tiga hal yang krusial terkait ekonomi hijau ada pada sektor industri, ketenagalistrikan, dan transportasi. Tak kalah penting, kita juga harus fokus terhadap inovasi dan kesederhanaan. Selalu ada ruang dalam proses bisnis suatu kegiatan ekonomi, terutama peluang pengembangan Usaha Kecil Menengah (UKM). Generasi muda punya peran penting dalam pemecahan permasalahan ini. Baik itu menjadi aktivator, atau katalisator. Opsi ini patut dicoba. Dalam konteks ini, konsep pendanaan hijau harus dioptimalkan. Saat ini, sudah banyak pendanaan yang tersedia dari negara-negara maju. Begitu juga produk keuangan dari institusi, seperti bank atau lembaga donor. Tren ekonomi hijau menjadi target utama distribusi pendanaan. Skema inovatif seperti platform yang mudah diakses seluruh pihak, memerlukan administratif yang begitu panjang dan rumit. Contohnya, platform distribusi untuk kategori mikro dengan indikator kegiatan ekonomi dari kelembagaan dan tata kelola, manajemen keuangan, dan pemasaran yang sudah digital. Penggunaan teknologi digital adalah hal fundamental dalam kegiatan ekonomi. Utamanya, terkait manajemen keuangan dan pemasaran. Produk yang baik, akan sulit diketahui tanpa ada pemasaran yang kreatif. Banyak sekali metode penjualan yang dapat dilakukan, seperti live shopping, kolaborasi dengan influencer, dan diskon hari spesial. Setelah itu, terapkan manajemen keuangan yang akuntabel dan transparan. Demi menarik investor di kemudian hari. Penggunaan konsep sustainability merupakan indikator penting, yang menjadi nilai tambah suatu kegiatan ekonomi dalam penjualan dan investasi. Hal lain yang mesti diperhatikan adalah penggunaan energi bersih, agar produk yang dihasilkan lebih green. Contoh baik dari hal ini dapat dilihat dari program pembinaan oleh Badan Usaha untuk masyarakat. Para pelaku usaha mendapat bantuan pemasangan pembangkit EBT dari surya, angin, air, hingga penggunaan gas untuk kegiatan dapur dari biogas. Tentu, hal ini harus dilengkapi dengan rencana jangka pendek. Sehingga, mereka mampu berdikari secara ekonomi, terutama berbasis ekonomi hijau. Konsep sirkular ekonomi tak boleh dilupakan. Dalam konsep ini, setiap produk yang dibuat menggunakan unsur material ramah lingkungan. Pengelolaan limbahnya pun dilakukan dengan baik. Bagaimana dalam urusan distribusi? Saat ini, sudah banyak layanan antar jemput paket atau penumpang, yang menggunakan transportasi berbasis kendaraan listrik. Jangan lupa gunakan konsep Penta Helix dalam berkolaborasi. Segala elemen harus dilibatkan. Kebijakan internasional, harus ditranslasi hingga ke level tapak. Kolaborasi dengan komunitas pegiat ekonomi hijau adalah kunci keterbukaan akses pasar. Generasi muda harus menjadi jembatan dari pemerintah, badan usaha, akademisi, komunitas, dan media. Pendekatan humanis dalam meraih pasar, menjadi pendakatan yang sesuai karakter bangsa Indonesia. Dengan menerapkan seluruh konsep tersebut, Indonesia Emas 2045 tak hanya sekadar mimpi. Pemerintah harus aktif menjemput bola, dan memperbesar ruang kolaborasi buat generasi muda. Jalan ke arah sana, memang sudah banyak terlihat. Namun, momentum Hari Sumpah Pemuda harus bisa mengeskalasikan semangat jiwa muda Indonesia.