Opinion

Ekosistem Desentralisasi Energi Kunci Ekonomi Berdikari
Zagy Yakana Berian
23 April 2024
Indonesia harus mulai mengatasi kesenjangan ekonomi untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat khususnya di pedesaan. Bayangkan, potensi yang besar dari alam ini ditranslasi menjadi sebuah aktivitas ekonomi. Bicara hal ini, tentu masyarakat yang ada di desa memiliki banyak sekali aktivitas ekonomi yang didapat dari alam. Namun sayangnya, banyak sekali keterbatasan yang menyebabkan aktivitas ekonomi itu sulit berkembang atau bahkan tidak berkembang. Tidak adanya ekosistem penunjang kegiatan tersebut seperti akses energi, infrastruktur, dan pendampingan menjadi isu yang dihadapi oleh masyarakat desa. Bayangkan, ketahanan pangan di Indonesia benar-benar selalu tercapai karena dorongan potensi desa. Pak Tono, tokoh desa di suatu pulau di Indonesia, yang harus mencari bahan bakar solar dengan jarak yang jauh hingga harus menyeberangi lautan demi bisa menghidupkan pompa diesel untuk mencari sesuap nasi. Jika dihitung dari durasi waktu perjalanan, hal tersebut tiga kali lebih lama dari durasi kerja yang dilakukan. Hal tersebut terus berulang sehingga pendapatan tidak dapat mencukupi kebutuhan perkembangan zaman. Selain itu, kesulitan air baik itu air bersih atau air untuk sanitasi pada masyarakat desa menjadi penghambat dalam aktivitas mereka. Bayangkan saja, memasak air dari sungai menggunakan kayu bakar hingga berjam-jam menjadi kegiatan rutin mereka untuk dapat mencukupi kebutuhan air bersih. Serta, sanitasi yang belum layak akibat air yang sulit didapat oleh masyarakat. Energi menjadi salah satu pilar utama untuk meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, tidak hanya itu sistemnya harus desentralisasi energi agar setiap daerah memiliki energi masing-masing yang sesuai dengan potensi setempat. Melalui Energi Baru Terbarukan (EBT) yang bisa disebar dan menjangkau daerah yang sulit terjangkau untuk dapat memberikan akses energi terutama listrik. Karakteristik EBT yang tersedia dari alam, berkelanjutan, dan dapat dimanfaatkan seluruh orang menjadi kunci untuk ekosistem tersebut. Manfaat EBT sudah banyak diterapkan di dunia seperti contoh pemanfaatan panel surya di Afrika Selatan. Selain itu di Indonesia, pemanfaatan EBT untuk melistriki daerah 3T (Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal) menjadi pembuktian manfaat yang menunjang aktivitas masyarakat. Komponen dalam ekosistem tersebut di antaranya inovasi teknologi, solusi pendanaan, akses ke pasar penjualan, peningkatan kapabilitas tenaga kerja daerah, dan kebijakan yang mendukung dalam pengembangan aktivitas di pedesaan. Hal utama yang harus dilakukan adalah memberikan wawasan dalam peningkatan ekonomi kepada masyarakat seperti cara mengembangkan peternakan, pertanian, akses air bersih dan juga listrik sehingga mereka mampu mengoptimalisasi waktu dan tenaga mereka dalam beraktivitas. Kunci utama dalam pengembangan hal itu adalah teknologi atau solusi yang tepat guna, seperti irigasi berbasis panel surya, gas dari kotoran hewan, desalinasi air berbasis panel surya, dan juga peralatan lainnya yang energi nya didapat dari EBT. Teknologi tepat guna itu harus mampu diserap oleh masyarakat dengan bantuan pendampingan dan juga pengembangan. Diperlukan bantuan dari komunitas lokal yang juga mampu membantu penyebaran wawasan tersebut, terlebih generasi muda yang memiliki semangat dan kapabilitas yang cukup dalam menjangkau masyarakat tersebut. Belajar dari SELCO Foundation, lembaga non pemerintah dari India yang berhasil menciptakan proyek beserta ekosistem untuk 65 sistem aplikatif yang ada di India. Selama 5 tahun, mereka dapat membantu lebih dari 2.000 UMKM di India. G20 Indonesia harus menjadi momentum bagi pemerintah Indonesia untuk dapat bisa mengakselerasi ekonomi desa, karena pemerintah memiliki peranan penting sebagai key enabler terciptanya ekosistem tersebut. Terakhirnya, pendampingan kepada masyarakat menjadi tonggak besar yang harus dilakukan. Maka, transisi energi yang berkeadilan bukan menjadi suatu wacana belaka melainkan suatu roadmap besar yang bisa diimplementasikan.
Most Popular
Research / Food Security
Green Jobs Outlook Menuju Indonesia Emas 2045: Peluang dan Kompetensi Masa Depan di Sektor Energi, Pangan, Industri, dan Pengolahan Limbah
Aufar Satria, Zagy Yakana Berian, Reiner Nathaniel Jabanto, Leonardi Ryan Andika, Justine Kael Tanady, Juan Khosashi, Bryan Eagan, Ryan Kendrick Hoatmodjo, Raffy Hakim Subekti, Claudia Suwardi, Melvyn Kearney, Averey Sinclair, Nala Amirah Putri, Angelica Valerie
21 April 2024
News / Sustainable and Livable Planet
Dorong Komitmen Keberlanjutan, Cathay Kembali Menanam 1.000 Pohon Mangrove di Pulau Pramuka
Zagy Berian
6 Mei 2024
Research / Green Economy
Pedoman Teknis Pemanfaatan CSR: Pengembangan Korporasi Petani Hijau / Green Agriculture Corporation
Zagy Yakana Berian, Raffy Hakim Subekti, Reiner Nathaniel Jabanto
20 April 2024
Opinion / Sustainable and Livable Planet
Learning from Youth-Led Climate Action: Lessons Learned from Society of Renewable Energy
Zagy Yakana Berian
21 April 2024