Wahai Generasi Rebahan, Yuk Peduli EBT!

Wahai Generasi Rebahan, Yuk Peduli EBT!

Green Energy

Fajar El Pradianto

22 April 2024

Sekumpulan mahasiswa peduli energi yang tergabung dalam Society of Renewable Energy (SRE) menyatakan kesiapan untuk ikut aktif dalam pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia. Founder of SRE Zagy Yakana Berian mengajak pemuda lainnya untuk ikut peduli. Terutama bagi generasi rebahan, sebutan bagi pemuda yang masih hobi bermalas-malasan. Biasanya generasi rebahan hobi tiduran sambil main medsos. "Kami ingin mengajak teman-teman yang lain mengoptimalkan potensi energi baru terbarukan di Indonesia," ujar Zagy, dalam acara Malam Penganugerahan Kompetisi Penulisan Artikel Energi Baru Terbarukan, Kamis (20/5). Niatan para pemuda untuk aktif menciptakan konsep dan belajar mengembangkan potensi EBT mendapat dukungan pemerintah. Bahkan, SRE sudah melibatkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk menyelenggarakan lomba penulisan artikel melalui kegiatan International Youth Summit Renewable Energy (IYSRE) 2021. "Kegiatan inspiratif kolaborasi mahasiswa dengan Kementerian ESDM ini sangat baik. Karena energi baru terbarukan ini akan memberikan dampak yang baik untuk banyak orang," katanya. Dia bersama para mahasiswa lainnya dari 34 universitas di Indonesia mengajak generasi rebahan untuk memulai perubahan. Sudah waktunya generasi muda menunjukkan kepedulian bagi energi. "Indonesia memiliki potensi energi baru terbarukan yang sangat besar. Sebab itu, harus dimanfaatkan. Salah satunya energi surya yang belum dimanfaatkan secara optimal," kata Zagy. Dia memastikan, event IYSRE masih akan berlanjut. Tak hanya menggelar lomba tapi juga sudah membuat kegiatan proyek kecil di Desa Karangwangi, di Garut, Jawa Barat. Proyek tersebut berupa pemasangan solar water pumping system for agriculture. "Jadi, itu sebuah sistem irigasi yang memanfaatkan tenaga matahari untuk melistriki sistem pengairan di wilayah tersebut," jelasnya. Sedangkan untuk lomba di 2021 sudah sukses dilakukan. Lomba penulisan artikel energi baru terbarukan ini mendapat tanggapan antusias para mahasiswa. Dari lomba tersebut, telah dipilih 10 orang juara karya terbaik. "Setelah digelar kick-off pada April lalu, tercatat ada 750 orang peserta dan 569 orang di antaranya yang mendaftar kompetisi ini adalah anak-anak muda semua," tukas Zagy.