News

News / Sustainable and Livable Planet
Press Release Sustainability Week UN: Perwakilan SRE Bicara di UN General Assemby
Redaktur Greenimpact
21 April 2024
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyelenggarakan agenda pekan keberlanjutan pertama dalam majelis umum perserikatan bangsa-bangsa atau dikenal sebagai United Nation General Assembly Sustainability Week). Majlis PBB mengenai isu keberlanjutan ini diselenggarakan pada 15-19 April 2024 bertepatan di kantor pusat PBB New York, Amerika Serikat. Dalam pekan keberlanjutan tersebut, akan membahas mengenai isu-isu keberlanjutan seperti pariwisata keberlanjutan, transportasi keberlanjutan, pembangunan keberlanjutan dan interkonetivitas infrastruktur hingga membahas energi yang terjangkau serta ramah lingkungan. Presiden Majlis PBB ke 78, Yang Mulia Dennis Francis mengundang tokoh-tokoh pemimpin dunia untuk menyampaikan sesuai dengan isu yang tersedia. Terdapat Perdana Menteri Barbados, Perdana Menteri Uganda, Preiden Republik Polandia hingga tokoh penting lainnya sesuai dengan keahliannya. Indonesia dalam perhelatan pekan keberlanjutan ini dihadiri oleh Menteri Pariwisata yang berbicara pada isu pariwisata keberlanjutan, Zagy Yakana Berian selaku tokoh muda inspiratif di sektor energi yang keduanya menyampaikan pidato diatas podium ruangan Majlis PBB. Selebihnya pidato pada sektor lain diwakili oleh Wakil Tetap Republik Indonesia untuk PBB, Arrmanatha Christiawan Nasir. Menariknya dalam Majlis PBB ke 78 di isu keberlanjutan ini, Yang Mulia Dennis Francis berkali-kali mengucapkan generasi muda menjadi aset penting pembangunan dunia. Hal itu terbukti, Yang Mulia Dennis Francis mengundang Zagy sebagai pembicara termuda diantara tokoh pemimpin bangsa lainnya dalam agenda penting keberlanjutan ini. Zagy Yakana Berian, pemuda kelahiran Karawang yang berusia 26 tahun, mendapatkan kesempatan berbicara di podium yang sama seperti pemimpin negara setingkat presiden, Menteri, atau duta besar. Lahir dan tumbuh bersama masyarakat yang merasakan langsung terkait akses untuk mendapatkan energi membuat pemuda tersebut menjadi pembeda dengan Majlis PBB sebelumnya. Yang terpenting, memperkuat kolaborasi dan mempercayai kepemimpinan generasi muda harus menjadi pembicaraan yang terus dilakukan setiap harinya. Tanpa adanya kolaborasi dan generasi muda, estapet pembangunan keberlanjutan ini lebih sulit untuk digapai. Pidato yang disampaikan oleh Zagy yang juga disiarkan dalam UN WEB TV pada tanggal 19 April 2024, menekankan mengapa harus generasi muda yang menjadi pilar pembangunan bangsa di sektor energi. Tiga nilai unik generasi muda yaitu unik, kongkrit, dan tulus mendapatkan apresiasi dari pembicara lainnya. Posisi energi yang ditaruh sebagai faktor akselerasi pembangunan lainnya sejalan dengan pesan yang disampaikan dalam sesi yang membahas isu lainnya seperti pariwisata, transportasi dan pembangunan. Apresiasi tersebut didasari oleh sudut pandang unik dari Zagy, alih-alih mengeluh dan meminta. Namun Zagy datang dengan bukti nyata yang telah dikontribusikannya, pemuda itu menaruh dukungan yang diharapkan setelah apa yang telah dibangun. Dengan pendekatan berbasis tiga keunikan tersebut, Zagy mengungkapan contoh nyata yang telah diterapkan di Indonesia. Diantaranya adalah pembangunan pembangkit listrik skala kecil yang direplikasi dibanyak tempat, peningkatan edukasi kepada publik mengenai transisi energi, pendekatan berbasis solusi permasalahan kepada masyarakat, serta program yang dimiliki oleh Kementerian Energy dan Sumber Daya Mineral (KESDM) yaitu Generation of Renewable Energy Involving Youth Action Academy (GERILYA). "Sudah lima tahun kami berdiri bersama masyarakat untuk memahami komitmen investasi mereka. Saya mengakui adanya tantangan ke depan, namun saya yakin bahwa generasi Anda dan kami dapat bersama-sama menciptakan perubahan dan ketahanan," ujarnya. Saatnya, kepercayaan antar generasi mulai dibangun, Zagy mengungapkan optimisme keberhasilan diantara tantangan yang ada, investasi kepada generasi muda menjadi kunci dalam mencapai target Tujuan Pembangunan Keberlanjutan atau SDGs serta Net Zero Target di pertengahan abad ini. “Terdapat dua mimpi besar generasi muda saat ini, yaitu, pendanaan terkait akses energi keseluruh wilayah agar dapat meningkatkan ekonomi daerah. Serta, pendanaan peningkatan kapasitas di sektor greenjobs dan mendorong ekosistem bisnis generasi muda”, ujar pemuda Karawang tersebut. Dalam penutupan pekan keberlanjutan tersebut, terdapat 150.000 deklarasi aksi mengenai keberlanjutan dalam aplikasi UN Act Now. Presiden Majlis PBB ke 78 sangat senang melihat antusiasme ini, dan berkomitmen mengeskalasi isu ini hingga ke pertemuan puncak September 2024 nanti yaitu Summit of the Future.

News / Sustainable and Livable Planet
Zagy, Anak Muda Asal Karawang Curi Perhatian Di Majelis Umum PBB
Bambang Trismawan
20 April 2024
Pendiri Society of Renewable Energi (SRE) Zagy Yakana Berian mencuri perhatian sebagai pembicara termuda dalam acara Pekan Keberlanjutan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang berlangsung di markas pusat PBB, New York, Amerika Serikat dari 15-19 April 2024. Zagy, pemuda inspiratif dari Karawang, Indonesia, berusia 26 tahun, berbagi panggung dengan pemimpin dunia dan tokoh penting lainnya untuk membahas isu-isu penting terkait keberlanjutan, khususnya di sektor energi. Dalam pidatonya yang disiarkan melalui UN Web TV, Zagy menekankan peran kritis generasi muda dalam mendorong pembangunan berkelanjutan. Dia mengungkapkan bagaimana generasi muda, dengan pendekatan unik, konkret, dan tulus, dapat menjadi pilar utama dalam perjuangan menuju Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dan target Net Zero. Zagy menyoroti inisiatif yang telah diterapkan di Indonesia, termasuk pembangunan pembangkit listrik skala kecil dan program Generation of Renewable Energy Involving Youth Action Academy (GERILYA) yang berfokus pada partisipasi aktif pemuda dalam energi terbarukan. Dengan pendekatan berbasis tiga keunikan tersebut, Zagy mengungkapan contoh nyata yang telah diterapkan di Indonesia. Diantaranya adalah pembangunan pembangkit listrik skala kecil yang direplikasi dibanyak tempat, peningkatan edukasi kepada publik mengenai transisi energi, pendekatan berbasis solusi permasalahan kepada masyarakat, serta program yang dimiliki oleh Kementerian Energy dan Sumber Daya Mineral (KESDM) yaitu Generation of Renewable Energy Involving Youth Action Academy (GERILYA). Dalam hal ini, dua orang perwakilan Kementerian ESDM ikut hadir dan menyampaikan pesan dalam sesi intervensi sektor energi. "Sudah lima tahun kami berdiri bersama masyarakat untuk memahami komitmen investasi mereka. Saya mengakui adanya tantangan ke depan, namun saya yakin bahwa generasi Anda dan kami dapat bersama-sama menciptakan perubahan dan ketahanan," ujarnya. Zagy mengungkapkan, investasi kepada generasi muda menjadi kunci dalam mencapai target Tujuan Pembangunan Keberlanjutan atau SDGs serta Net Zero Target di pertengahan abad ini. “Terdapat dua mimpi besar generasi muda saat ini, yaitu, pendanaan terkait akses energi ke seluruh wilayah agar dapat meningkatkan ekonomi daerah. Serta, pendanaan peningkatan kapasitas di sektor greenjobs dan mendorong ekosistem bisnis generasi muda," paparnya. Presiden Majlis PBB ke-78, Yang Mulia Dennis Francis, menyatakan bahwa generasi muda adalah aset penting untuk pembangunan global, suatu tema yang Zagy Yakana Berian nyatakan dengan jelas dalam pidatonya. Dalam acara ini, Dennis Francis mengundang tokoh-tokoh pemimpin dunia untuk menyampaikan berbagai isu yang ada. Hadir misalnya Perdana Menteri Barbados, Perdana Menteri Uganda, dan Presiden Republik Polandia. Indonesia dalam perhelatan pekan keberlanjutan ini dihadiri oleh Menteri Pariwisata yang berbicara pada isu pariwisata keberlanjutan. Sementara itu, Zagy Yakana Berian bicara peran pemuda di sektor energi. Selebihnya pidato pada sektor lain diwakili oleh Wakil Tetap Republik Indonesia untuk PBB, Arrmanatha Christiawan Nasir. Di akhir pekan tersebut, lebih dari 150.000 deklarasi aksi keberlanjutan telah dicatat, menunjukkan dukungan kuat untuk agenda keberlanjutan yang diusung oleh PBB dan peran penting yang diambil oleh pemuda seperti Zagy dalam mencapai target-target global ini.
News / Sustainable and Livable Planet
COP28 Dubai: Sadar Pentingnya Anak Muda Dalam Inisiatif Kelistrikan, DesaBumi Gandeng SRE
Firsty Hestyarini
12 Januari 2023
Latest News

News / Green Energy
Inilah 10 Juara Lomba Penulisan Artikel EBT IYSRE-Rakyat Merdeka
Aditya Nugroho
20 Mei 2021
Lomba Penulisan Artikel Energi Baru Terbarukan (EBT) yang digagas Society of Renewable Energy (SRE) dan Rakyat Merdeka telah mencapai puncak. Dari 234 artikel yang masuk, 10 artikel terbaik terpilih jadi pemenangnya. Founder SRE, Zagi Yakana Berian mengatakan, antusias terhadap lomba penulisan ini sangat tinggi. Pendaftar mayoritas mahasiswa dari universitas-univeristas ternama. Bahkan beberapa peserta ada mahasiswa berprestasi di kampusnya. “Artikel yang masuk bagus-bagus. Lebih layak disebut karya ilmiah atau proposal penelitian,” ujarnya dalam acara Malam Penganugerahan Kompetisi Penulisan Artikel EBT International Youth Summit Renewable Energy (IYSRE)-Rakyat Merdeka secara virtual, Kamis (20/5) malam. Direktur Rakyat Merdeka, Kiki Iswara, sangat mengapresiasi antusiasme peserta penulisan. Di mana dalam waktu bulan sejak dibuka, total ratusan peserta mendaftarkan tulisan. "Artikel-artikel yang dikirim sangat bagus-bagus. Maka, Rakyat Merdeka dan IYSRE menambahkan nominasi pemenang. Yang tadinya hanya 6 kategori menjadi 10 kategori pemenang. Sehingga ada empat nama baru meraih sertifikat juara dan sertifikat umum," ucap Kiki Tak hanya jumlah pemenang saja yang bertambah, hadiah uang juga bertambah. Dari total Rp 25 juta menjadi Rp 64 juta. Pememang pertama meriah piala Menteri ESDM, sertifikat juara dan hadiah uang tunai Rp 25 juta. Pemenang kedua uang senilai Rp 15 juta, ketiga Rp 10 juta, juara ke-4 sebesar Rp 5 juta, juara ke-5 sebesar 3 juta, juara ke-6 sebesar Rp 2 juta, dan juara 7-10 masing mendapat Rp 1 juta. Karya terbaik ini pun akan dimuat di Rakyat Merdeka cetak dan digital, agar banyak dibaca dan diketahui gagasan anak muda oleh masyarakat secara luas. "Semoga hasil juara ini bisa ditindaklanjuti oleh Kementerian ESDM maupun lembaga terkait, sehingga diberikan melakukan penelitian lebih lanjut, agar bermanfaat bagi bangsa," harapnya. Pemilihan para pemenang ini juga melibatkan Tim Juri yang memang andal dan profesional dibidangnya masing-masing. Tim Juri ini pun terdiri dari Anggota Dewan Pers Agus Sudibyo, Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan, dan Pengamat Kebijakan Agus Pambagio. Menteri ESDM, Arifin Tasrif mengapresiasi para pemenang atas kreativitas pemikiran. Dan penghargaan setinggi-tingginya kepada tim juri, maupun pendukung. "Ini suatu antusiasme dari generasi muda yang tinggi, dalam merespon isu yang saat ini menjadi global issue. Bagaimana memperbaiki iklim yang saat ini mengalami penurunan kualitas," ucapnya. Menurut Arifin, ini yang harus direspon dengan baik. Mendorong bagaimana gagasan ide dan teknologi ini bisa diterapkan di skala kecil dulu. Teraplikasi dalam bentuk masyarakat yang memang membutuhkan. "Diharapkan ini bergelombang dan terus membesar. Inisiatif Rakyat Merdeka dengan adanya kompetisi penulisan artikel ini, maka berharap kegiatan ini bermanfaat menciptakan generasi usia dini. Bahkan dari SD untuk bisa memiliki pengertian dan meresapi energi baru terbarukan, yang menjadi sumber energi masa depan Indonesia," tuturnya. Ia juga berharap kegiatan lomba penulisan ini tak hanya dilakukan tahun ini saja. "Mudah-mudahan tahun depan juga lebih marak lagi. Sehingga mendapatkan banyak ide," pungkas Arifin. Acara ini didukung PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero), PT Pupuk Indonesia, dan PT Petrokimia Gersik. Berikut ini nama-nama ke-10 juara dari Kompetisi Penulisan Artikel EBT IYSRE-Rakyat Merdeka: Juara I : Aditya Yudha Kencana dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan judul, Lithium: Hidden Germ Dari energi Panas Bumi di Indonesia. Juara 2 : Reiner Nathniel Jabanto dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan judul Smart IoT-Agrophotovoltaic System Berlandaskan Energi Berkeadilan Sebagai Penunjang Ekonomi Petani di Pedesaan NTB, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Juara 3 : Muhammad Arif Billah dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) dengan judul KAJURI (Kapal Jukung Ramah Lingkungan Dengan Hybrid Energy System Pelamis), Surya Yang Dilengkapi Light Fishing LED Guna Mewujudkan SDGS 2030. Juara 4 : Fadhlih Al-Zaki Sitoris dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan judul Inovasi Pembangkit Listrik Turbin Proton Berbasi Bakteri Rhospirillum-Rubrum Sebagai Bio-Electricitu Dalam Mewujudkan Kemandirian Ebergi Terbarukan Di Indonesia. Juara 5 : Khakam Ma'ruf dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dengan judul Hy-Tech (Hybrid Cultivation Technology), Teknologi Inovatif Budi Daya Udang Dengan Konsep Renewable Energi Sebagai Inovasi Ramah Lingkungan Guna Mewujudkan SDGS 2030. Juara 6 : Muthia Zahra Mutmainah dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dengan judul By Pinang Kito-FC (Biohyrogen Pinang Dengan Membran Komposit Kitosan Fuel Cell), Inovasi Limbah Kulit Pinang Penghasil Listrik Bersistem Proton Exchange Membran Fuel Cell (PEMFC) Di lengkapi Membran Komposit Kitosan Dari Rumput Laut Cokelat (Sargassum sp.) Terfosforlisasi Guna Mewujudkan Development of Renewable Energy. Juara 7 : Agus Abdul Rahmat Fadila dari Institut Teknologi Kalimantan (ITK) dengan judul Hybrid Energy Harvesting Solar Cell With Triboelectric Nanogengerator Via Mutal Electrode: Upaya Peningkatan Efisiensi dan Kemampuan Sel Surya untuk Beroperasi Dalam Kondisi Hujan. Juara 8 : Putu Ayu Narsih Sukmawati dari Universitas Prasetya Mulya dengan judul I-COMVAS (Integration Computer Vision in HVAC System): Integrasi Computer Vision Dalam HVAC System Untuk Meningkatkan Efisiensi Penggunaan Listrik Pada Gedung Tinggi. Juara 9 : Christian Paskah Wilmar dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan judul, Konsep Smart Community Grid Menggunakan Modular COINT Sebagai Upaya Desentralisasi Dan Optimalisasi Penggunaan PLTS Atas Di Daerah Perkotaan. Juara 10 : Alip Fathurahman dari Universitas Brawijaya dengan judul, Menyulap Energi Tersembunyi Di Bawah Laut Melalui Ocean Geothermal Power Project Berbasis Hybrid System 4 Geotec Technology Guna Mewujudkan Swasembada Energi 2030.
Most Popular
Research / Food Security
Green Jobs Outlook Menuju Indonesia Emas 2045: Peluang dan Kompetensi Masa Depan di Sektor Energi, Pangan, Industri, dan Pengolahan Limbah
Aufar Satria, Zagy Yakana Berian, Reiner Nathaniel Jabanto, Leonardi Ryan Andika, Justine Kael Tanady, Juan Khosashi, Bryan Eagan, Ryan Kendrick Hoatmodjo, Raffy Hakim Subekti, Claudia Suwardi, Melvyn Kearney, Averey Sinclair, Nala Amirah Putri, Angelica Valerie
21 April 2024
News / Sustainable and Livable Planet
Dorong Komitmen Keberlanjutan, Cathay Kembali Menanam 1.000 Pohon Mangrove di Pulau Pramuka
Zagy Berian
6 Mei 2024
Research / Green Economy
Pedoman Teknis Pemanfaatan CSR: Pengembangan Korporasi Petani Hijau / Green Agriculture Corporation
Zagy Yakana Berian, Raffy Hakim Subekti, Reiner Nathaniel Jabanto
20 April 2024
Opinion / Sustainable and Livable Planet
Learning from Youth-Led Climate Action: Lessons Learned from Society of Renewable Energy
Zagy Yakana Berian
21 April 2024